Cianjur, SINAR-BERITA.com|* Perusahaan FMCG Procter & Gamble (P&G) kembali mewujudkan kelanjutan komitmennya dalam mendukung masyarakat Indonesia, khususnya di masa krisis. Kali ini, P&G memberikan bantuan kepada anak-anak dan guru yang terdampak gempa Cianjur berkekuatan Magnitudo 5,6 Skala Richter yang terjadi pada 21 November 2022 lalu.
Berdasarkan data Satuan Pendidikan Aman Bencana – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi pada 4 Januari 2023, tercatat bahwa sebanyak 880 Satuan Pendidikan terdampak bencana di Kabupaten Cianjur. Hal ini sangat berpengaruh terhadap kondisi psikososial anak- anak dan guru.
Saranathan Ramaswamy selaku Presiden Direktur P&G Indonesia Saranathan Ramaswami menyatakan, bencana alam di Kabupaten Cianjur pada tahun lalu, dampaknya terhadap masa depan anak-anak dan remaja, dan telah memperparah kondisi pendidikan dan psikososial anak-anak di Cianjur.
“Oleh karena itu, lewat dukungan ini kami ingin tetap hadir bersama generasi muda Cianjur untuk memperkuat ketahanan mereka di masa sulit ini, sehingga mereka tetap dapat tumbuh dengan psikis dan fisik yang baik dan tetap dapat mendapatkan pendidikan berkualitas dalam situasi normal maupun darurat.”
P&G bersama dengan Save the Children dan Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur melakukan aksi tanggap darurat ini lewat tiga program utama, yaitu Dukungan Psikososial, Pendidikan dalam Situasi Darurat, dan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB).
Ketiga program tersebut telah berlangsung sejak Januari 2023 dan akan rampung pada April 2023, serta diharapkan dapat menjangkau 300 guru dan 2.300 siswa anak-anak yang merupakan bagian dari 15 sekolah binaan program P&G Indonesia di Kabupaten Cianjur.
Program ini dilaksanakan oleh tenaga ahli Save the Children Indonesia yaitu dari bidang Mental Health and Psychosocial Support (MHPSS), Child Protection & Education in Emergencies. Program P&G dan Save the Children ini diharapkan dapat memberikan dukungan mental, menguatkan para siswa, serta memberikan semangat belajar di situasi darurat untuk para guru dan seluruh warga sekolah, meskipun sedang dalam masa transisi darurat.
Plt Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Cianjur H. Akib Ibrahim S.Pd MM juga turut mengungkapkan apresiasinya terhadap bantuan dari P&G.
“Kami mewakili masyarakat Cianjur mengucapkan terimakasih atas aksi tanggap darurat yang dilakukan P&G dan Save the Children bagi anak-anak dan guru lewat Dukungan Psikososial, Pendidikan dalam Situasi Darurat dan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB),” ungkap Akib.
Pihaknya berharap dukungan ini dapat mendorong semangat para siswa dan guru untuk kembali bangkit dan pulih di tengah keterbatasan akibat bencana.
Pada kesempatan yang sama, Imelda Usnadibrata selaku Head of Education Save the Children Indonesia Imelda Usnadibrata juga menyatakan penghargaannya atas inisiasi P&G untuk bergerak cepat dalam membantu sekolah-sekolah binaan dan para siswa terdampak di Kabupaten Cianjur.

“Kami yakin bahwa bantuan ini akan memberikan dampak yang berkelanjutan terhadap kehidupan anak-anak di Kabupaten Cianjur, sehingga kami dapat kembali memberi edukasi dan menjalankan program kesetaraan dan inklusivitas ‘We See Equal’ dalam keadaan tenang, aman dan nyaman,” ungkapnya.
Detil dukungan P&G melalui program We See Equal adalah, Psikososial (Physchosocial Support) yang merupakan program kesehatan mental untuk meningkatkan kesejahteraan psikososial siswa/i yang terdampak bencana, sekaligus memperkuat ketahanan dan membantu mereka mengatasi kesulitan selama dan setelah krisis (gempa bumi).
Program kedua adalah Pendidikan dalam Situasi Darurat (Education in Emergency) yang merupakan program fasilitasi yang bertujuan memastikan bahwa Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tetap dapat dilakukan di masa bencana. Selain itu, pendidikan keadaan darurat ini juga memberikan perlindungan fisik, psikososial dan kognitif guna memastikan anak–anak dapat belajar secara aman terlepas dari siapa mereka, dimana mereka tinggal atau apa yang sedang terjadi di sekitar mereka.
Program ketiga adalah Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB/Safe School) – yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan satuan Pendidikan dalam menanggulangi dan mengurangi risiko bencana, memastikan keberlangsungan layanan Pendidikan pada satuan Pendidikan yang terdampak bencana. Hal ini dilakukan melalui implementasi 3 (tiga) pilar SPAB yaitu Fasilitas Sekolah Aman, Manajemen Bencana di Sekolah, Pendidikan Pencegahan dan Pengurangan Risiko Bencana.[Shanty Rd]







