BELARUS, SINAR-BERITA.COM – Pembahasan damai Russia-Ukraina yang diselenggarakan di Rumyantsev-Paskevich residence, Gomel, Belarus berlangsung cukup alot selama 5 jam, dan kedua pihak sepakat untuk melanjutkan babak berikut.
Dalam upaya perundingan, presiden Vladimir Putin mengajukan syarat yang dinilai cerdas. Sebagai syarat gencatan senjata, Putin meminta ada yang bertanggung jawab atas korban sipil Ukraina yang dijadikan Tameng Hidup menghadapi militer Russia. Dalam perundingan itu Putin tidak hanya berpatok pada kepentingan Russia saja.
Sejak awal, dikatakan Putin, Russia menyatakan perang dengan strategi presisi yakni, hanya mengincar pangkalan militer Ukraina dan tidak menghantam sasaran sipil.
Akan tetapi pada kenyataannya, ada warga sipil Ukraina yang menjadi korban dalam serangan tersebut. Putin menyebut jika mereka dijadikan tameng oleh rezim. Putin mengatakan bahwa peperangan bukan wilayah (domain) warga sipil meski itu jadi kewajiban setiap warga negara.
Pemimpin dan panglima terbaik akan memaksimalkan kekuatan militernya untuk bertahan, bukan menyeret rakyat pada zona perang.
Putin juga membeberkan apa yang harus dilakukan Ukraina dan Barat jika ingin peperangan dihentikan, demikian dikutip dari Ajudan Presiden Vladimir Putin, Medinsky yang memimpin delegasi Russia pada pertemuan yang berlangsung selama lima jam itu.
Seorang sumber yang ikut serta dalam perundingan menyatakan kepada Kantor Berita TASS, sepertidikutip mass media, Selasa (1/3/2022).
“Delegasi kedua pihak telah menyimpulkan, dan para peserta pertemuan itu diharapkan memberikan komentar terkait haswil negosisasi kepada media massa” kata sumber itu.
Delegasi Russia dipimpin oleh ADC (Ajudan) Presiden Vladimir Putin, Vladimir Medinsky. Anggotanya antaralain, Wakil Menteri Luar Negeri Andrey Rudenko, Wakil Menteri Pertahanan Alexander Fomin dan Ketua Komite Negara untuk Urusan Internasional, Leonid Slutsky.
Sedangkan dari pihak Ukraina, Menteri Pertahanan Alexey Reznikov hadir sebagai pemimpin delegasi, kemudian ada Penasihat Kantor Kepresidenan Ukraina, Mikhail Podolyak, Kepala Faksi “Hamba Rakyat” David Arakhamiya, Wakil Kepala Pertama delegasi Ukraina pada Contact Grup “pengaturan situasi di Donbass” Andrey Kostin, Legislator Ukraina Rustem Umerov dan Wakil Menteri Luar Negeri Nikolay Tochitsky.
Vladimir Medinsky mengatakan bahwa delegasi Russia bersedia untuk bernegosiasi dengan Ukraina selama diperlukan untuk mencapai kesepakatan.
Dalam Press briefing, Medinsky mengatakan bahwa perundingan sempat ditunda beberapa kali tuntuk mengatur ulang tempat perundingan, yang akhirnya ditentukan di wilayah Gomel, dekat perbatasan Ukraina.
Setelah pembicaraan berakhir, muncul laporan bahwa kedua belah pihak akan kembali ke ibukota Negara masing-masing untuk berkonsultasi lebih lanjut sebelum pembicaraan putaran kedua dilanjutkan. Laporan mengatakan, putaran pembicaraan damai berikutnya akan diadakan dalam beberapa hari mendatang.
Delegasi Russia mengatakan kedua belah pihak telah mengidentifikasi poin-poin tertentu dari prediksi umum. Putaran negosiasi berikutnya antara delegasi Russia dan Ukraina akan diadakan di perbatasan Polandia-Belarusia, demikian diungkap kantor Berita Sputnik.
Peserta perundingan dari Ukraina Mikhailo Podolyak mengatakan, sdeperti dikutip AFP, delegasi akan kembali ke ibukota mereka untuk berkonsultasi dan telah membahas kemungkinan pertemuan untuk negosiasi putaran kedua.
Sementara itu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky telah menandatangani aplikasi agar negaranya bergabung dengan Uni Eropa (UE). (int/press)







