Rabu, Oktober 14, 2026

Seminar Ensiklik Laudato SI, “Ibu Bumi Sebagai Rumah Bersama”

Kulon Progo, sinar berita|Paroki Gereja Santa Maria Bunda Penasihat Baik Wates menyelenggarakan Seminar berdasarkan Ensiklik dari Paus Fransiskus tentang Laudato SI (Terpujilah Engkau Ya Tuhan) di Aula Ibuning Pirembag  Sae, Jumat (24/5/2024)

Seminar ini merupakan program kerja Dewan Pastoral Paroki (DPP)Wates  Kulon Progo Yogyakarta, Ketua Bidang Pelayanan Kemasyarakatan (Sudarsono) yang berkolaborasi dari Koordinator Tim Pelayanan (KTP) Keutuhan Ciptaan, (Ery Widiyanto) Pengembangan Sosial Ekonomi (Sigit Sukmono) dan Kerasulan Awam (P.Surjiyanta).

Ensiklik Laudato Si’ berusia 9 tahun, dikeluarkan di Vatikan pada 24 Mei 2015, dan dipubliklasikan pada siang hari (waktu setempat) pada tanggal 18 Juni 2015. Ensiklik berfokus pada kepedulian terhadap lingkungan alam dan semua orang serta pertanyaan yang lebih luas hubungan antara Tuhan, manusia dan bumi.

Seminar bertema, ‘Ibu Bumi Sebagai Rumah Bersama’ bertujuan menumbuhkan kesadaran dan kepedulian menjaga dan merawat bumi sebagai rumah bersama serta adanya pertobatan ekologis ini, diikuti kurang lebih 100 peserta, terdiri dari para anggota Dewan Pastoral Pleno Paroki Wates, utusan Lingkungan-Lingkungan, dan umat lain yang berminat diantaranya, beberapa mahasiswa-mahasiswi PGRI Kulon Progo, penggiat lingkungan hidup Nusantara Ibu Etik Linawati yang muslimah, sehingga seminar ini sangat berwarna interreligius yang luar biasa di Paroki Wates Kulon Progo Yogyakarta..

Hadir sebagai narasumber adalah pastor Paroki Wates Kulon Romo Aloys Budi Purnomo Pr, menjelaskan gagasan dasar Ensiklik Laudato Si’ tentang ajaran Paus Fransiskus untuk perawatan Bumi, sebagai rumah bersama.

Romo Budi mengawali presentasinya dengan mengajak peserta untuk menyanyikan lagu “Laudato Si’ Mi Signore” yang dia ciptakan berdasarkan Ensiklik Laudato Si’ artikel 1-2.

Dalam artikel tersebut, Paus Fransiskus mengajarkan, “Terpujilah Engkau, Tuhanku, karena Saudari kami, Ibu Pertiwi, yang memelihara dan mengasuh kami, dan menumbuhkan aneka ragam buah-buahan, beserta bunga warna-warni dan rumput-rumputan.

Saudari ini sekarang menjerit karena segala kerusakan yang telah kita timpakan padanya, karena penggunaan dan penyalahgunaan kita yang tidak bertanggung jawab atas kekayaan yang telah diletakkan Allah di dalamnya.

Dalam Ensilkiknya Paus Fransiskus membeberkan semua atas realitas yang terjadi yakni, polusi dan perubahan Iklim, polusi, limbah, dan budaya membuang, iklim sebagai kebaikan bersama, terjadi masalah air, hilangnya keanekaragaman hayati, penurunan kualitas hidup manusia dan kemerosotan sosial, ketimpangan global, tanggapan-tanggapan yang lemah dan keragaman pendapat para pemimpin dunia (Bab I Ensiklik Laudato Si’).

“Dengan bersumber dari Injil yang menawarkan cahaya iman melalui hikmat cerita-cerita Alkitab tentang Misteri Alam Semesta serta Pesan Setiap Makhluk dalam Harmoni Seluruh Ciptaan dan Persekutuan Universal kita diajak untuk memahami tujuan umum harta benda demi kesejahteraan umum,” terangnya.

Perawatan Bumi dapat dilakukan sesuai tatapan Yesus terhadap alam semesta dan sesama (Bab II Ensiklik Laudato Si’). Paus Fransiskus memberikan beberapa pedoman orientasi dan aksi untuk perawatan Bumi, meliputi dialog tentang Lingkungan Hidup dalam Politik Internasional, Dialog untuk Kebijakan Baru Nasional dan Lokal, Dialog dan Transparansi dalam Pengambilan Keputusan, Politik dan Ekonomi dalam Dialog untuk Pemenuhan Manusia dan pentingnya Agama-agama dalam Dialog dengan Sains.

Akhirnya, Ensiklik Laudato Si’ mengajarkan pentingnya pendidikan dan spiritualitas ekologis. Hal itu mencakup: pendidikan menuju Gaya Hidup yang Baru, Pendidikan untuk Perjanjian antara Manusia dan Lingkungan Hidup, Pertobatan Ekologis, Kegembiraan dan Damai, Cinta dalam Ranah Sipil dan Politik, Tanda-tanda Sakramental dan Istirahat yang dirayakan, Allah Tritunggal dan Hubungan Antara Makhluk dan ajaran tentang Ratu Seluruh Dunia Ciptaan yang Melampaui Matahari.

Sebelum mengakhiri presentasinya, Romo Dr. Aloys Budi Purnomo Pr. memberikan pertanyaan, bagaimana Paroki Wates mewujudkan spiritualitas Ensiklik Laudato Si’?

Banyak penanggap secara umum menyatakan menjaga dan merawat lingkungan hidup ini sangat penting dan perlu ada aksi nyata sebagai bentuk pertobatan ekologis.

Kegiatan seminar itu dijadwalkan berlanjut dengan aksi pada Minggu 26 Mei 2024 yakni, penanaman pohon buah yang akan dibagikan kepada wilayah Kokap, wilayah Temon dan wilayah Wates serta tanah pekarangan milik PGPM Paroki Wates di daerah Tayuban, Panjatan, Kulon Progo Yogyakarta. [Biro Yogya]

 

 

RICHARD ARITONANGhttps://www.sinar-berita.com/
sinar-berita.com adalah media publikasi cetak dan online yang juga menggunakan facebook, twitter, instagram

Related Articles

COSMAX Indonesia Raih Sertifikasi AEO dari Dirjen Bea dan Cukai

Jakarta, sinar-berita.com| COSMAX Indonesia memperoleh sertifikasi Authorized Economic Operator (AEO) dari Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan Republik Indonesia. Pencapaian ini menempatkan...

COSMAX Indonesia Hadirkan Enam Poster di IFSCC 2026

Perth, sinar-berita.com| Memperkuat kehadirannya di panggung riset kosmetik global dalam Kongres Ke-36 International Federation of Societies of Cometic Chemists (IFSCC) 2026 yang diselenggarakan di...

PT COSMAX Indonesia Raih Most Immersive Award dan Sustainability Award

Kabupaten Tangerang, sinar-berita.com| Menghadirkan beragam inovasi produk dan konsep kecantikan serta merepresentasikan trend industri kecantikan tahun 2027, COSMAX Indonesia kembali ambil bagian dalam gelaran...

FPMI Datangi Mabes Polri, Desak Kapolri ‘Berantas’ Oknum Yang Coba Bekingi Mafia Gas

Jakarta, sinar-berita.com|Forum Pemuda dan Mahasiswa Indonesia (FPMI), dipimpin Ketua Umumnya Shella Maulana, hari ini mendatangi Mabes Polri untuk menyampaikan sikap tegas terhadap maraknya mafia...

Aroma Limbah PT JPN Diduga Penyebab Siswa SMPN 4 Jombang Mual

Jombang, sinar-berita.com| Aktivitas belajar mengajar di SMPN 4 Jombang. Jawa Timur tergangggu akibat munculnya bau menyengat yang diduga berasal dari limbah cair pengolahan ayam...

Langgar Rambu Lalin, Sopir Truk Diduga Gunakan SIM Palsu

Jombang, sinar-berita.com|Saat melakukan patroli hunting, di jalan Cempaka desa Mojongapit Jombang Jawa Timur, petugas Unit Turjawali Polres Jombang Jawa timur temukan pengemudi truk yang...

PT SGS Jombang Terus Mangkir dalam Sidang Kasus PHK Buruh

Jombang, sinar-berita.com| Perusahaan kayu lapis PT Sumber Graha Sejahtera (SGS) Kabupaten Jombang  Jawa Timur, kembali tidak hadir  dalam persidangan perkara perselisihan hubungan Industrial  yang...

Puntung Rokok, Diduga Pemicu Kebakaran Rumah di Tembelang Jombang

Jombang, sinar-berita.com| Bangunan rumah milik Supiah warga dusun Kontol kecamatan Tembelang kabupaten Jombang Jawa timur terbakar, Senin (21/9/2026). Kebakaran diduga dipicu puntung rokok mengenai...

Gelar RUPSLB, Ratu Kantongi Restu Pemegang Saham, Perkuat Penambahan Modal

Jakarta, sinar-berita.com|PT. Raharja Energi Cepu Tbk menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di Jakarta, Selasa (8/9/2026). Acara Rapat yang diselenggarakan memperoleh persetujuan...
- Advertisement -

Latest Articles