TAPANULI UTARA, SINAR-BERITA.COM – Halasson Panjaitan (37) warga Sitonggitonggi Desa Aek Nauli 4, Kecamatan Sipahutar, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), meninggal diduga disambar petir di kawasan areal persimpangan persawahan Pangasean, Selasa (22/2).
Menurut keterangan Kasi Humas Polres Taput, Aiptu W.Baringbing, peristiwa menyedihkan ini terjadi ketika pagi hari korban bersama istrinya Roulina Sihombing (26) dan dua orang anaknya yang masih balita pergi ke sawah.
Namun pada siang hari menjelang sore, tiba-tiba hujan lebat datang disertai petir. Melihat situasi, korban bersama isteri dan kedua anaknya pun hendak beranjak pulang karena kedua anaknya masih balita.
“Namun korban menyuruh isteri dan kedua anaknya lebih dahulu, sedangkan dia datang,” terang Baringbing kepada wartawan, Rabu, (23/2).
Baringbing mengungkapkan, selang beberapa menit saat istri dan kedua anak korban pulang dan menunggu di persimpangan jalan mau kerumahnya, hujan pun semakin deras disertai petir.
Saat itu istri korban melihat petir yang sangat dasyat menyambar pohon eucaliptus yang ada di pinggir jalan mau kesawah. Melihat kejadian, istri korban berfirasat kalau suaminya sedang melintas di jalan tepat di bawah pohon eucaliptus yang tersambar petir tersebut. Lalu sang isteri memanggil-manggil suaminya namun tidak menyahut.
“Istri korban pun langsung berlari ke lokasi yang di sambar petir dan melihat suaminya sudah tergelatak di jalan dibawah pohon yang tersambar petir itu,”ungkapnya.
Melihat suaminya sudah tergeletak, Istri korban pun menjerit-jerit minta tolong kepada warga sekitar, dan warga sekitar pun langsung berdatangan dan membawa korban ke praktek bidan terdekat. Namun setelah diperiksa di praktek bidan, korban dinyatakan sudah meninggal dunia.
“Saat ini jenazah korban sudah di semayamkan di rumah duka di Desa Aek Nauli 4 kecamatan Sipahutar,”ujarnya.
Penulis: Heldin Sirait







