Jakarta, SINAR-BERITA.com|● Guna mendukung tekad menjadi negara dengan perekonomian terbesar keempat di dunia pada tahun 2045, Indonesia memulai upaya untuk memodernisasi infrastruktur dan mengembangkan industri agar lebih kompetitif.
Teknologi merupakan tulang punggung transformasi pembangunan, digitalisasi akan menjadi fokus pengembangan infrastruktur, termasuk transisi energi dan industri.
Mendukung itu, Siemens Indonesia menyatukan lebih dari 100 pemangku kepentingan utama baik dari regulator maupun perusahan publik dan swasta dalam event Siemens Indonesia Executive Summit di Jakarta, Selasa (15/08/2023).
Kegiatan bertema, Mempercepat Transformasi digital Untuk Keberlanjutan ini berfokus pada berbagai upaya mencapai keberlanjutan melalui transformasi digital.
“Fokus kami adalah membuat transformasi pembangunan digital menjadi lebih mudah, cepat dan berskala besar sehingga bisnis dan masyarakat dapat menjadi lebih tangguh dan berkelanjutan,” ujar Presiden Direktur dan CEO PT Siemens Indonesia, Dr. Lamine Jendoubi.
Siemens Technology Marketplace, papar Lamine, menampilkan solusi teknologi pintar untuk mendukung transformasi enam fokus industri yaitu ketenagalistrikan, perkotaan, pusat data, makanan & minuman, pulp & kertas dan pertambangan.
“Beberapa tahun mendatang akan sangat menarik, tidak hanya bagi kami, tetapi dampak umum dari kehadiran Siemens bagi bisnis dan masyarakat di Indonesia,” ujarnya.
Tahun lalu, inisiatif program kemitraan dengan universitas telah dilakukan. Kolaborasi bersama tiga universitas terkemuka di Indonesia di bidang studi teknik dengan menandatangani nota kesepakatan (MoA) dengan Institut Teknologi Bandung (ITB).
“Kami memiliki hubungan yang telah terjalin dengan baik. Nota kesepakatan ditujukan untuk Pengembangan Program Digital Twin Ekosistem (D2TEP) untuk menghasilkan tenaga kerja masa depan yang memiliki kompetensi teknis dan siap kerja,” katanya.[Shanty Rd]







