Jakarta, SINAR-BERITA.com|● Pemerintah provinsi DKI Jakarta hari ini Selasa (15/8/2023) mencanangkan Imunisasi Rotavirus di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Garuda Cipayung Jakarta Timur.
Pencanangan gerakan imunisasi rotavirus dilakukan untuk mencegah diare berat, diberikan kepada anak mulai kelahiran 16 Mei 2023 atau sesudahnya, sebanyak tiga kali untuk anak usia 2, 3 dan 4 bulan.
PLT kepala dinas kesehatan DKI Jakarta drg. Ani Ruspitawati MM mengatakan, kick off pencanangan imunisasi rotavirus tidak hanya dilakukan di Jakarta tapi juga seluruh provinsi di Indonesia.
Pemberian imunisasi rotavirus ini dilatarbelakangi olehkarena penyakit diare masih menjadi salah satu masalah kesehatan di Indonesia dan dunia.

“Diare juga masih menjadi penyumbang kematian nomor 2 terbesar setelah penyakit peunomia pada anak terutama yang disebabkan oleh rotavirus. Di tahun 2022 saja, tercatat lebih dari 51 ribu kasus penyakit diare dialami balita di DKI Jakarta,” ujarnya.
Dokter Ani menambahkan, untuk menekan penyakit diare pada bayi dan anak, hari ini secara serentak dilakukan Imunisasi Rotavirus di seluruh provinsi di Indonesia.
Mutiara, seorang ibu warga Cipayung Jaktim, turut menceritakan pengalamannya memberikan imunisasi rotavirus untuk buah hatinya.
Ia menjelaskan bahwa imunisasi adalah cara terbaik, termurah dan teraman agar bayi tetap sehat.
Vaksinasi rotavirus yang diberikan oleh pemerintah lanjut Mutiara, harus dimanfaatkan semaksimal mungkin mengingat kalau dilakukan secara pribadi ke rumah sakit membutuhkan biaya yang tidak sedikit.
“Saya percaya manfaat dari vaksin untuk bayi dan balita cukup besar, mengingat imunisasi rotavirus ini bisa berdampak kepada tubuh kembang anak terjaga karena mendapat kekebalan dari imunisasi tersebut,” katanya.
Pada kesempatan yang sama Asisten Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Daerah DKI Jakarta dr. Widyastuti MKM menjelaskan, jika terkena diare, balita sangat cepat mengalami kekurangan cairan. Saat tindakan medis dilakukan dengan memasukkan cairan infus kepada bayi, tidak mudah karena pembuluh darahnya yang masih kecil dan tipis.
Ia berpesan kepada seluruh pihak terkait khususnya orang tua, agar jangan sampai terlambat dalam penanganan diare pada anak.
“Kalau diare cairan keluar, apapun asupan yang kita berikan akan keluar, dan vitamin serta mikro mikro nutriel yang keluar, tidak bisa dicegah, lama-lama bisa kronis dan akan terjadi kekurangan gizi.” ucapnya.
Widyastuti berharap informasi kegiatan ini bisa sampai ke seluruh lapisan masyarakat melalui pengurus lingkungan dan pengurus rumah ibadah.

Dalam pencanangan imunisasi rotavirus, di RPTRA Garuda, juga digelar kegiatan lain yakni, posyandu balita, skrining tumbuh kembang dan mobile vaksin, cek kesehatan berupa tensi serta gula darah untuk usia 15 tahun ke atas, vaksin covid-19, games dan hiburan lainnya.[Shanty Rd]







