JAKARTA, SINAR-BERTITA.COM – Tim kunjungan Kerja Spesifik Komisi VI DPR RI yang dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi VI DPR-RI Aria Bima meninjau sentra penggilingan padi Bulog di kecamatan Tambakdahan Subang Jawa Barat, Rabu (6/4/22).
Dalam kunjungan ini Aria Bima membahas mengenai alur distribusi pangan dan ketersediaan stok kebutuhan pangan selama bulan Ramadhan dan jelang Idul Fitri 1443 Hijriah.
Dengan dibangunnya modern rice milling plant (RMRP), Bulog dapat menyerap panen gabah petani untuk kemudian ditampung dan dikeringkan oleh dryer dan dapat disimpan di Silo.
Dengan sistem ini, Bulog juga langsung dapat menyerap gabah dari petani, sehingga para petani dapat menjual dengan harga yang lebih baik.
“Setiap rice milling ini ada sekitar kemampuan 60 ton beras per hari atau 6 ton per jam, karena dengan sistem modern ini, Bulog sebagai penyangga pangan khususnya beras, kedelai dan jagung akan lebih bisa menjamin ada perubahan yang sangat luar biasa, dimana dulu gudang itu keliatan kumuh, gabah itu panen kering giling hanya ditumpuk, sekarang prosesnya relatif tidak makan tempat yang begitu besar, dan bisa digunakan sebagai suatu proses produksi beras” aku Aria Bima seperti dikutip dari laman facebook SINAR-BERITA.COM dari DPR RI.
Lebih lanjut Aria Bima memastikan, dengan sistem MRMP, Bulog bisa menjamin sebagai public service obligation, tetapi juga bisa berfungsi sebagai perusahaan modern yang berorientasi pada profit walaupun itu hanya sebagai sampingannya.
Aria Bima mengaku, kunjungannya hari itu juga adalah untuk meyakinkan DPR RI tentang anggaran Rp2 Triliun yang diputuskan oleh komisi VI sebelumnya, terwujud menjadi sesuatu yang lebih baik untuk Bulog maupun untuk masyarakat.
Sementara itu, anggota komisi VI DPR RI Putu Supadma Rudana, mengapresiasi perum Bulog yang menjamin terjaganya pasokan kebutuhan pokok selama Ramadhan dan Idul Fitri.
Menurutnya, modern rice milling plant (MRMP) merupakan langkah yang baik sebagai contoh penggilingan modern untuk dapat memberikan kualitas dan harga yang terjangkau kepada masyarakat.
“MRMP ini merupakan suatu langkah yang baik buat kami, tentu kita harapkan kedepan, ini menjadi contoh yang baik untuk proses penggilingan yang modern, guna apa? Guna betul-betul bisa memberikan beras berkualitas kepada masyarakat, beras yang terjangkau kepada masyarakat, dan petani langsung mendapatkan manfaat karena bulog tidak lagi mencari berasnya dari mitra, melainkan langsung ke petani” ungkap Putu Supadma.
Ditambahkan Supadma, MRMP ini juga diharapkan akan mengawal petani secara langsung untuk mendapatkan harga dan nilai yang lebih baik pada saat terjadinya panen raya.
Dan diakuinya, komisi VI mendukung MRMP dengan tujuan capaian kedepan, lebih banyak lagi sentra penggilingan seperti ini diberbagai tempat di seluruh Indonesia.
Penulis: Richard Aritonang







