Jakarta, Sinar-Berita.com|* Terkait hasil pekerjaan PT. BMP di beberapa titik lokasi 1 di wilayah kelurahan Cilincing dan kelurahan Semper Barat kecamatan Jakarta Utara, patut dipertanyakan. Pasalnya, dibeberapa titik, fisik ditemukan sudah retak dan pecah padahal, belum satu kendaraan baik roda dua atau empat yang melintas diatasnya.
Hasil penelusuran dilapangan atau lokasi 1, sudah merupakan rumor umum dikalangan para rekanan di Jakarta Utara, mulai tahun 2016 hingga sekarang PT. BMP rupanya adalah rekanan tetap dan ‘binaan’ dilingkungan Sudin Bina Marga Kota Administrasi Jakarta Utara, sehingga tanpa malu-malu, PT BMP menampakkan kesan monopolisnya atas setiap proyek vital dilingkungan unit kerja Jakarta Utara ini.
Sebelumnya, sinar-berita.com sudah memberitakan dugaan ‘bobroknya’ kwalitas kerja PT BMP dibeberapa titik yang sudah retak dan pecah sebelum serahterima dengan Sudin Bina Marga. Namun pihak Sudin Bina Marga terkesan tidak terlalu menghiraukan kebobrokan hasil kerja itu.
Direktur PT BMP membenarkan dan mengakui telah terjadi retak dan pecah di sejumlah titik. Dirinya juga menyatakan rasa terimaksihnya kepada elemen masyarakat yang memberitahukan hal itu.
“Saya sudah perbaiki dilapangan dan kalau belum puas, silakan datang kelapangan dengan mengirimkan photo dan video saat dilakukan tambal sulam.
“Terimakasih atas tanggapannya, pak.” ujar Direktur PT BMP lewat pesan singkat Aplikasi WhatsApp miliknya, Rabu (12/7/2023).
Dan ketika dipertanyakan, sejak kapan struktur konstruksi ditambal sulam untuk menutupi kebobrokan hasil kerja yang notabene menggunakan uang rakyat ?
Direktur PT BMP tidak menjawabnya dan bahkan tidak menjelaskan faktor penyebab terjadinya pecah dan retak pada obyek kegiatan yang baru saja dilaksanakan, termasuk tidak mencantumkan Papan Proyek sebagai bukti penggunaan anggaran, sebagaimana amanat peraturan, untuk diketahui publik atau masyakarat luas.
Terkait Uji Test Laboratorium yang dipertanyakan kepada pihak PT BMP Rabu (13/7/2023), apakah benar sudah memiliki hasil uji test laboratorium yang dikeluarkan tim independen sebagaimana merupakan salahsatu persyaratan administrasi mengikuti proses lelang dan sebagainya.
Namun, pertanyaan itu juga tidak dijawab oleh direktur PT BMP, bahkan tak mampu menunjukkan bukti-bukti yang dipertanyakan sejumlah awak media.
Seperti dikemukakan seorang warga Cilincing Heru (45), yang ditemui awak dilokasi kegiatan, Sabtu (8/7/2023), yang menyesalkan tidak berfungsinya pengawasan Suku Dinas Bina Marga Kota Administrasi Jakarta Utara, dan menyayangkan unit terkait.

“Kemanakah pengawasan Suku Dinas Bina Marga kota Administrasi Jakarta Utara berada dan Konsultan pengawasan saat kegiatan berlangsung?,” tukasnya.
Lebih lanjut Kata Heru, lemahnya pengawasan dari Suku Dinas Bina Marga Kota Administrasi Jakarta Utara mengakibatkan adanya celah dan peluang untuk melakukan kecurangan dan juga menjadi peluang, sehingga pekerjaan tersebut asal jadi.
“Gimana ceritanya, belum serah terima kog sudah retak dan pecah?,” imbuhnya heran.
Pantauan awak media di jalan Cilincing Bakti Kelurahan Cilincing, memang objek yang di cor jalan yang baru selesai dikerjakan itu sudah tampak retak dan pecah di beberapa bagiannya.
Demikian juga obyek kegiatan pekerjaan betonisasi di jalan Metros Kampung Beting Kelurahan Semper Barat juga sudah pecah dan retak, ketika di temukan dilapangan.
Pantauan di lapangan, tepatnya di Jl Metros, penggunaan Tie bar tampak samping rigid yang telah dicor sarat dengan pengurangan volume. Tie bar/potongan baja profil di potong pada lidah alur dengan tujuan untuk mengingat pelat agar tidak bergerak . Hanya saja, jaraknya maupun diameter/ukurannya menjadi pertanyaan.
Termasuk penggunaan dowel yang digunakan sebagai penyeimbang pelat bahwa perkerasan jalan (Rigid payment) patut dipertanyakan. Tidak hanya itu, pemasangan terhadap dowel timbul (fix), sementara separoh sisi dowel lainnya.
Seorang warga Iwan mengomentari pekerjaan asal jadi itu, mestinya di lumasi dan beri plastik serta dicat pelumas Grease untuk memberikan ke fleksibelan (move) ditiap tiap sambungan antara segment rigid (alternatif). Selain pelumas, Grease juga harus menggunakan kondom (PVC). Namun dilapangan, ukuran atau diameter, panjang maupun jaraknya patut dipertanyakan.
“Belum lagi dengan Chair Bar atau hasil pembesian sebagai tempat dudukan batang dowel juga menjadi pertanyaan kami. Mestinya, kegiatan yang bersumber dari uang rakyat harus transparan dan masyarakat juga, harus mengetahui penggunaan uang yang dia setor lewat pajak,” terang Iwan, salahsatu warga setempat.

Iwan menuturkan, kegiatan pekerjaan betonisasi itu terindikasi ada unsur melakukan pengurangan volume dan fakta dilapangan sudah terjadi retak dan pecah.
“Apakah Pemprov DKI Jakarta menerima barang yang sudah rusak,” imbuhnya heran.
Diketahui, rekanan pelaksana PT BMP dengan alamat, Komp Ruko Mall jalan I Gusti Ngurah Rai No.1 RT4 RW6 Klender Jakarta Timur.
Menanggapi hal tersebut, Sekjen LSM Garda Bangsa Fabel, mengaku geram atas kinerja rekanan yang dia nilai tidak profesional melainkan hanya kejar untung, dan menegaskan dalam waktu dekat ini akan menyurati Inspektorat (APIP) dan juga Aparat Penegak Hukum (APH), guna untuk dilakukan evaluasi kembali dan dilakukan pemeriksaan terhadap penggunaan uang rakyat yang bersumber dari APBD
“Bila perlu tidak usah dibayar!Melihat hasil pekerjaan yang menggunakan uang rakyat, belum serah terima ternyata sudah pecah. Motto pajak, ‘Orang Bijak Taat Pajak, Awasi Penggunaannya,” ujarnya geram.
Lebih lanjut, seorang warga lainnya, Muctar, juga mengomentari pekerjaan struktur konstruksi menggunakan istilah tambal sulam.
“Sejak kapan struktur konstruksi betonisasi ditambal sulam. Kalau benar sudah dilaksanakan sesuai dengan spek/Bill of Quantity mungkinkah terjadi pecah dan retak?”
Hal tersebut menurut Muctar, membuktikan bahwa betonisasi atau kegiatan menggunakan uang rakyat, diduga gagal kontruksi ?
“Termasuk kualitas semen yang digunakan juga mempengaruhi hasil pekerjaan, ditambah lagi dengan Uji Test Laboratorium. “Benarkah PT.SCG telah memiliki izin dari Tim independen Universitas Indonesia,” tegas Mucktar .
Namun ketika hal tersebut dipertanyakan kepala seksi Jalan dan Jembatan Sudin Bina Marga kota Administrasi Jakarta Utara tidak meresponnya.
Kasudin Bina Marga Kota Administrasi Jakarta Utara, Ilham mengatakan, bahwa tanggapan masyarakat sudah disampaikan ke Inspektorat.
“Tanggapan sudah berikan ke Inspektorat,” jelas Ilham melalu aplikasi WhatsApp miliknya, Jumat (14/7/2023).
Diwaktu yang berbeda, sehari sebelumnya, Kepala Inspektorat Provinsi DKI Syaefulloh Hidayat berjanji akan menindaklanjutinya dan mengucapkan terima kasih berjanji akan menjadi perhatian saya. Kebetulan saat ini sedang berada di Mekkah.” ujarnya melalui Aplikasi WhatsAppnya miliknya, Kamis.(13/6/2023). [Parulian]







