Jakarta, SINAR-BERITA.com |* Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra siap jika diminta menjadi calon wakil presiden (Cawapres) Prabowo Subianto pada pemilu 2024. Hal itu disampaikan Yusril usai menghadiri praperadilan mantan Direktur Utama Bank Jambi Yunsak El Halcon dipengadilan negeri Jambi, Senin (10/7/2023).
Yusril tak menampik pembicaraan tentang dirinya yang juga menjadi salah satu kandidat Cawapres Prabowo Subianto.
“Pembicaraan tentang itu ada, walaupun belum sampai pada batas kesimpulan. Artinya, siapa saja yang akan dicalonkan sebagai Wakil Presiden, sampai sekarang ini belum final,” ujar Yusril.

Lebih lanjut, mantan Menteri Hukum dan Perundang-Undangan Indonesia itu menuturkan tentang dirinya yang pada tahun 1999, seharusnya maju sebagai calon presiden. Namun karena ada pertimbangan lain akhirnya Yusril mundur dari pencalonan yang pada waktu itu Gus Dur yang akhirnya terpilih sebagai Presiden.
“Saya kan sudah maju sebagai calon presiden, kalau saya tidak mundur saya harus disyahkan secara aklamasi, saya Presiden. Sebenarnya, waktu itu karena calon yang memenuhi syarat cuma saya, yang lain tidak memenuhi syarat, karena tidak menyerahkan berkas pencalonan. Tapi, ya sudahlah, karena banyak desakan waktu itu, saya mengalah, dan akhirnya Gus Dur yang jadi Presiden.” tutur Yusril Ihza Mahendra.
Namun demikian, lanjutnya, ia mengatakan bahwa Prabowo Subianto harus tetap mempertimbangkan saran dan aspirasi dari ketua umum PKB Muhaimin Iskandar yang lebih dulu sepakat mengusung Prabowo di Pilpres 2024.
“Pak Prabowo juga harus mendengar pendapat dari Cak Imin ketua PKB.” Katanya.

Ia juga tidak menutup kemungkinan jika memang mendapatkan amanah dan dukungan untuk maju sebagai cawapres mendampingi Prabowo Subianto, dan ia menyerahkan sepenuhnya kepada Prabowo Subianto. [Maria]







