Rabu, Oktober 14, 2026

IPW Desak KPK Umumkan Hasil Penyelidikan Kasus WC Sultan Pemkab Bekasi

Jakarta, SINAR-BERITA.com|* Indonesia Police Watch (IPW) desak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera umumkan hasil penyelidikan laporan masyarakat terkait dugaan korupsi pengadaan 488 Water Closed (WC) senilai Rp98 milliar oleh pemerintah Kabupaten Bekasi Jawa Barat, yang sudah diselidiki berdasarkan surat perintah penyelidikan nomor. 08/Lid-01-00/01.200/ tanggal 22 Januari 2021 lalu, yang hingga kini tak terdengar perkembanganya.

Menurut Ketua IPW Sugeng Teguh Santosa, proyek pengadaan 488 WC untuk sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) Kabupaten Bekasi yang anggaranya melalui APBD 2020 senilai Rp98 milliar tersebut sangat janggal dari segi harga satuanya, yaitu untuk satu unit toilet berukuran 3,5 x 3,6 meter persegi dianggarkan Rp196,8 juta, sehingga publik Bekasi menggunjingkanya sebagai WC Sultan.

“Bila menggunakan harga satuan bangunan menengah Rp5 juta permeter persegi, maka maksimal harganya adalah 12,6 meter persegi x 5000.000 = Rp 63 juta per unit, sehingga dugaan Mark up atau penggelembungan  nilai proyek sudah sangat jelas. Karena kerugian negara sudah tampak, dapat dinilai sebagai tindak pidana korupsi, KPK tinggal membuktikan unsur melawan hukum atau adanya penyalah gunaan kewenangan dalam perkara WC Sultan ini,” tutur Sugeng, dalam rilisnya, Rabu (10/5/2023).

Unsur melawan hukum ini, lanjut Sugeng, dapat ditelusuri dengan mendalami prosedur pengadaan barang dan jasanya dalam menentukan HPS (Harga Perkiraan Sendiri).

Dalam proses penyelidikan perkara ini, bebernya lagi, telah diperiksa Anggota DPRD Kabupaten Bekasi dari Fraksi Partai Keadilan Sosial (PKS) M.Nuh dan Anggota DPRD Kabupaten Bekasi Aura Dwi Nugraha, terkait notulen rapat pembahasan APBD proyek pengadaan toilet tahun anggaran (TA) 2020.

Sugeng juga mencermati ditengah proses penyelidikan KPK yang masih berlangsung tersebut, pejabat Bupati Bekasi Dani Ramdan melantik Benny Sugiarto Prawiro sebagai Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Bekasi. Padahal, yang bersangkutan diduga adalah pejabat yang paling bertanggung jawab dalam pengadaan 488 WC senilai Rp98 milliar.

“Akibat lambatnya KPK menuntaskan laporan dugaan korupsi pengadaan 488 WC yang diduga sarat mark up, hingga diangkatnya pejabat yang diduga paling bertanggung jawab dalam kasus itu, saat ini terjadi perdebatan hangat dikalangan aktifis, tokoh masyarakat dan pejabat di Pemkab Bekasi,” cetus Sugeng.

Sugeng menandaskan, KPK harus menjalankan tugasnya secara akuntabel, transparan dan profesional. Harus disampaikan kepada Publik, proses penyelidikan yang sudah mengendap selama dua tahun ini, agar kepercayaan masyarakat kepada KPK tumbuh kembali seperti diawal KPK berdiri. [Maria]

 

RICHARD ARITONANGhttps://www.sinar-berita.com/
sinar-berita.com adalah media publikasi cetak dan online yang juga menggunakan facebook, twitter, instagram

Related Articles

COSMAX Indonesia Raih Sertifikasi AEO dari Dirjen Bea dan Cukai

Jakarta, sinar-berita.com| COSMAX Indonesia memperoleh sertifikasi Authorized Economic Operator (AEO) dari Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan Republik Indonesia. Pencapaian ini menempatkan...

COSMAX Indonesia Hadirkan Enam Poster di IFSCC 2026

Perth, sinar-berita.com| Memperkuat kehadirannya di panggung riset kosmetik global dalam Kongres Ke-36 International Federation of Societies of Cometic Chemists (IFSCC) 2026 yang diselenggarakan di...

PT COSMAX Indonesia Raih Most Immersive Award dan Sustainability Award

Kabupaten Tangerang, sinar-berita.com| Menghadirkan beragam inovasi produk dan konsep kecantikan serta merepresentasikan trend industri kecantikan tahun 2027, COSMAX Indonesia kembali ambil bagian dalam gelaran...

FPMI Datangi Mabes Polri, Desak Kapolri ‘Berantas’ Oknum Yang Coba Bekingi Mafia Gas

Jakarta, sinar-berita.com|Forum Pemuda dan Mahasiswa Indonesia (FPMI), dipimpin Ketua Umumnya Shella Maulana, hari ini mendatangi Mabes Polri untuk menyampaikan sikap tegas terhadap maraknya mafia...

Aroma Limbah PT JPN Diduga Penyebab Siswa SMPN 4 Jombang Mual

Jombang, sinar-berita.com| Aktivitas belajar mengajar di SMPN 4 Jombang. Jawa Timur tergangggu akibat munculnya bau menyengat yang diduga berasal dari limbah cair pengolahan ayam...

Langgar Rambu Lalin, Sopir Truk Diduga Gunakan SIM Palsu

Jombang, sinar-berita.com|Saat melakukan patroli hunting, di jalan Cempaka desa Mojongapit Jombang Jawa Timur, petugas Unit Turjawali Polres Jombang Jawa timur temukan pengemudi truk yang...

PT SGS Jombang Terus Mangkir dalam Sidang Kasus PHK Buruh

Jombang, sinar-berita.com| Perusahaan kayu lapis PT Sumber Graha Sejahtera (SGS) Kabupaten Jombang  Jawa Timur, kembali tidak hadir  dalam persidangan perkara perselisihan hubungan Industrial  yang...

Puntung Rokok, Diduga Pemicu Kebakaran Rumah di Tembelang Jombang

Jombang, sinar-berita.com| Bangunan rumah milik Supiah warga dusun Kontol kecamatan Tembelang kabupaten Jombang Jawa timur terbakar, Senin (21/9/2026). Kebakaran diduga dipicu puntung rokok mengenai...

Gelar RUPSLB, Ratu Kantongi Restu Pemegang Saham, Perkuat Penambahan Modal

Jakarta, sinar-berita.com|PT. Raharja Energi Cepu Tbk menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di Jakarta, Selasa (8/9/2026). Acara Rapat yang diselenggarakan memperoleh persetujuan...
- Advertisement -

Latest Articles